Program yang berlangsung pada Mei–Juli 2025 ini
fokus pada perlindungan hutan Leuser dan satwa kunci Sumatera seperti Orangutan
(Pongo abelii), Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis), Harimau Sumatera
(Panthera tigris sumatrae), dan Beruang Madu (Helarctos malayanus).
Melalui dukungan pendanaan PT INALUM, LCP
bersama Balai Besar TNGL melaksanakan berbagai kegiatan strategis, antara lain:
1)
Pelatihan
dan patroli hutan dengan metode SMART (Spatial Monitoring and Reporting Tool)
untuk meningkatkan kemampuan dan konsistensi tim pengamanan hutan;
2)
Bantuan
perlengkapan seragam dan peralatan medis (Medical Kit) bagi tim patroli dan
unit penanganan konflik manusia–satwa;
3)
Pemasangan
papan informasi edukatif di titik strategis Pamah Semelir dan Bukit Lawang
untuk meningkatkan kesadaran wisatawan dan masyarakat lokal terhadap pentingnya
konservasi satwa endemik.
Program ini berhasil menemukan sejumlah tanda
kehidupan satwa liar seperti sarang Orangutan Sumatera, yang menjadi indikator
positif keberlanjutan populasi satwa endemik di wilayah Langkat. Selain itu,
kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor
swasta dalam menjaga kawasan konservasi.
“INALUM percaya bahwa keberlanjutan lingkungan
adalah tanggung jawab bersama. Leuser bukan hanya hutan — ia adalah paru-paru
Sumatera dan rumah bagi kehidupan yang harus kita jaga,” ujar perwakilan CSR
INALUM dalam peluncuran program di Medan.
Komentar
Posting Komentar